..:: Cebisan Kenangan ::..

Monday, July 28, 2008

..::12 Langkah Agar Puasa Kita Sempurna::..

Agar puasa kita dapat sempurna ada beberapa tips yang mesti kita perhatikan. Untuk itu Al-Madina mencoba mengangkat sebuah tulisan dari Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Jarullah dalam buku beliau yang berjudul Risalah Ramadhan tentang langkah-langkah menggapai kesempurnaan ibadah puasa yang berisikan:

1. Makanlah sahur, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah."
(HR. Bukhari dan muslim)

"Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang ". (HR. Ibnu Khuzaimah)
2. Akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hanya saja harus hati-hati untuk itu anda hendaknya telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, agar anda tidak ragu-ragu.
3. Segeralah berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

"Manusia ssenantiassa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur" (HR. Al Bukhari, Muslim dan At Tirmidzi)
4. Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci.
5. Manfaatkan bulan ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan di dalamnya, yakni membaca Al Quran.

"Sesungguhnya Jibril alaihis salam selalu menemui Nabi shallallahu alaihi wa salllam untuk membacakan Al Quran baginya."
(HR. Al Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu)

Dan pada diri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ada teladan yang baik bagi kita.
6. Jagalah lisanmu dari berdusta, menggunjing, mengadu domba, mengolok-olok serta perkataan mengada-ada. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum." (HR. Al Bukhari)
7. Hendaknya puasa tidak membuatmu keluar dari kebiasaan. Misalnya cepat marah dan emosi hanya karena sebab yang sepele, dengan dalih bahwa engkau sedang puasa. Sebaliknya, mestinya puasa membuat jiwamu tenang, tidak emosional. Dan jika anda diuji dengan seorang yang jahil atau pengumpat, ia jangan anda hadapi dengan perbuatan serupa. Nasehatilah dia dan tolaklah dengan cara yang lebih baik. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang dari kamu berpuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa".
(HR. Al Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan)

Ucapan itu dimaksudkan agar ia menahan diri dan tidak melayani orang yang mengumpatnya. Disamping, juga mengingatkan agar ia menolak melakukan penghinaan dan caci-maki.
8. Hendaknya anda selesai dari puasa dengan membawa takwa kepada Allah, takut dan bersyukur kepada-Nya, serta senantiasa istiqamah dalam agama-Nya. Hasil yang baik itu hendaknya mengiringi anda sepanjang tahun. Dan buah paling utama dari puasa adalah takwa, sebab Allah berfirman: "Agar kamu bertakwa"(Al-Baqarah: 183).
9. Jagalah dirimu dari berbagai syahwat (keinginan), bahkan meskipun halal bagimu. Hal itu agar tujuan puasa tercapai, dan mematahkan nafsu dari keinginan. Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu berkata:

"Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa bersikap tenang pada hari kamu berpuasa, jangan pula kamu jadikan hari berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa".
10. Hendaknya makananmu dari yang halal. Jika kamu menahan diri dari yang haram pada selain bulan Ramadhan maka pada bulan Ramadhan lebih utama. Dan tidak ada gunanya engkau berpuasa dari yang halal, tetapi kamu berbuka dengan yang haram.
11. Perbanyaklah bersedekah dan berbuat kebajikan. Dan hendaknya kamu lebih baik dan lebih banyak berbuat kebajikan kepada keluargamu dibanding pada selain bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan ketika di bulan Ramadhan.
12. Ucapkanlah Bismillah ketika kamu berbuka seraya berdo'a:

"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan atas rezki-Mu aku berbuka. Ya Allah terimalah daripadaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"

Sunday, July 27, 2008

..::Rehlah Tarbawi Bersama Murabbbi Yang diSayangi::..






Saturday, July 26, 2008

..::Pertandingan Kawat Kaki Kebangsaan::..

pertandingan kawat kaki ini telah diadakan di stadium putra, selangor. Matri telah mewakili kontijen perlis, dan telah mendapat tempat ke-3 dalam pertandingan tersebut. moga-moga dengan usaha mereka Allah akan tambahkan keimanan mereka kepada-Nya. InsyaAllah..



..::Azab Kubur::..

Pertanyaan :
Apakah adzab kubur itu menimpa jasad ataukah menimpa ruh ?

Jawab :
Pada dasarnya adzab kubur itu akan menimpa ruh, karena hukuman setelah mati adalah bagi ruh. Sedangkan badannya adalah sekedar bangkai yang rapuh. Oleh karena itu badan tidak memerlukan lagi bahan makanan untuk keberlangsunganya; tidak butuh makan dan minum, bahkan justru dimakan oleh tanah.

Akan tetapi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah berkata bahwa ruh kadang masih bersambung dengan jasad sehingga diadzab atau diberi nikmat bersama-sama. Adapula pendapat lain di kalangan Ahlus Sunnah bahwa adzab atau nikmat di alam kubur itu akan menimpa jasad, bukan ruh.

Pendapat ini beralasan dengan bukti empiris. Pernah dibongkar sebagian kuburan dan terlihat ternyata bekas siksa yang menimpa jasad. Dan pernah juga dibongkar kuburan yang lain ternyata terlihat bekas nikmat yang diterima oleh jasad itu.

Ada sebagian orang yang bercerita kepadaku bahwa di daerah Unaizah ini ada penggalian untuk membuat benteng batas wilayah negeri. Sebagian dari daerah yang digali itu ada yang bertepatan dengan kuburan. Akhirnya terbukalah suatu liang lahat dan di dalamnya masih terdapat mayat yang kafannya telah dimakan tanah, sedangkan jasadnya masih utuh dan kering belum dimakan apa-apa. Bahkan mereka mengatakan melihat jenggotnya, dan dari mayat itu terhambur bau harum seperti minyak misk.

Para pekerja galian itu kemudian menghentikan pekerjaannya sejenak dan kemudian pergi kepada seorang Syaikh untuk mengutarakan persoalan yang terjadi. Syaikh tersebut berkata, "Biarkan dalam posisi sebagaimana adanya. Hindarilah ia dan galilah dari sebelah kanan atau sebelah kiri !".

Beralasan dari kejadian-kejadian seperti ini, ulama menyatakan bahwa ruh terkadang bersambung dengan jasad, sehingga siksa itu menimpa ruh dan jasad. Barangkali ini pula yang diisyaratkan oleh sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya kubur itu akan menghimpit orang kafir sehingga remuk tulang-tulang rusuknya". Ini menunjukkan bahwa siksa itu menimpa jasad, karena tulang rusuk itu terdapat pada jasad. Wallahu A'lam.


Pertanyaan :
Apakah adzab kubur menimpa orang mukmin yang bermaksiat ataukah hanya menimpa orang kafir ?

Jawab :
Adzab kubur yang terus menerus akan menimpa orang munafik dan orang kafir. Sedangkan orang mukmin yang bermaksiat bisa juga disiksa di kubur. Dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim disebutkan hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu, bahwa pernah suatu ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, melewati dua kuburan seraya bersabda : "Kedua penghuni kuburan itu diadzab dan keduanya bukannya diadzab lantaran dosa besar. Salah satunya diadzab karena tidak bertabir dari kencing, sedangkan yang satunya suka kesana-kemari mengumbar fitnah (mengumpat)". Kedua penghuni kubur itu jelas orang muslim.


Pertanyaan :
Apakah adzab kubur itu terus menerus ataukah tidak ?

Jawab :
Jika seseorang itu kafir --na'udzu billah-- maka tidak ada jalan baginya untuk meraih kenikmatan selama-lamanya, sehingga siksa kubur yang ia terima itu sifatnya terus menerus.

Namun orang mukmin yang bermaksiat, maka di kuburnya ia akan diadzab sesuai dengan dosa-dosa yang dahulu pernah ia perbuat. Boleh jadi adzab yang menimpa lantaran dosanya itu hanya sedikit sehingga tidak memerlukan waktu penyiksaan sepanjang ia berada di alam barzah antara kematiannya sehingga bangkitnya kiamat. Dengan demikian, jelas bahwa adzab yang menimpanya itu terputus, dan bukan selamanya.


Pertanyaan :
Apakah adzab kubur itu bisa diringankan atas orang mukmin yang bermaksiat ?

Jawab :
Memang benar bahwa adzab kubur itu bisa diringankan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melalui dua kuburan lantas berkata, "Kedua penghuni kubur itu di adzab, dan dia diadzab bukan karena dosa besar, tapi hakekatnya juga besar. Salah satunya tidak membersihkan diri atau tidak bertabir dari kencing, sedangkan yang satunya lagi biasa kian kemari menghambur fitnah". Kemudian beliau mengambil dua pelepah kurma yang masih basah kemudian membelahnya menjadi dua, lalu menancapkannya pada masing-masing kuburan itu seraya bersabda : "Semoga bisa meringankan adzab yang menimpa kedua orang itu selama pelepah itu belum kering". Ini merupakan satu dalil bahwa adzab kubur itu bisa diringankan, yang menjadi pertanyaan, apa kaifiatnya antara dua pelepah kurma itu dengan diringankannya adzab atas kedua penghuni kubur itu ?

Ada yang memberikan alasan bahwa karena kedua pelepah kurma itu selalu bertasbih selama belum kering, dan tasbih itu bisa meringankan siksaan yang menimpa mayit. Berpijak dari sini ada yang mengambil alasan akan sunnahnya berziarah kubur dan bertasbih di situ untuk meringankan adzab yang menimpa si mayit.

Sedangkan ulama lain menyatakan bahwa alasan seperti ini lemah, karena kedua pelepah kurma itu senantiasa bertasbih, apakah dalam kondisi basah maupun sudah kering. Allah Ta'ala berfirman :

"Artinya : Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka". (Al-Isra' : 44)

Pernah juga terdengar tasbihnya kerikil oleh Rasulullah, sedangkan kerikil itu kering. Lalu, apa yang menjadi alasan sekarang ? Alasannya, bahwa; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengharap kepada Allah 'Azza wa Jalla agar berkenan meringankan adzab yang menimpa kedua orang di atas selama kedua pelepah kurma itu masih basah.

Artinya, waktu permohonan beliau itu tidak lama, hanya sebatas basahnya pelepah kurma. Ini dimaksudkan sebagai ancaman terhadap siapa saja yang melakukan perbuatan seperti kedua mayit yang diadzab itu. Karena sebenarnya dosa yang diperbuat itu termasuk besar. Salah satunya tidak menjaga diri dari kencing. Jika demikian, ia melakukan shalat tanpa adanya kesucian dari najis. Sedangkan yang satunya lagi kian kemari mengumbar fitnah, merusak hubungan baik sesama hamba Allah --na'udzu billah--, serta menghembuskan permusuhan dan kebencian di antara mereka. Dengan demikian perbuatan yang dilakukan itu berdampak besar.

Inilah alasan yang lebih mendekati. Jadi, itu merupakan syafaat sementara dari beliau dan sebagai peringatan atau ancaman kepada umatnya, dan bukan merupakan kebakhilan beliau untuk memberikan syafaat yang kekal.

..::Penyakit Hati::..

Hati itu dapat hidup dan dapat mati, sehat dan sakit. Dalam hal ini, ia lebih penting dari pada tubuh.
Allah berfirman, artinya:
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya." (Al-An'am : 122)

Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi'at dasarnya ia pasti menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membedakan yang baik dan yang buruk.

Dua Bentuk Penyakit Hati:

Penyakit hati itu ada dua macam: Penyakit syahwat dan penyakit syubhat. Keduanya tersebut dalam Al-Qur'an.
Allah berfirman, artinya:
"Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan bicara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. " (Al-Ahzab:32)
Ini yang disebut penyakit syahwat.

Allah juga berfirman, artinya:
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya..." (Al-Baqarah : 10)
Allah juga berfirman, artinya:
"Dan adapun orang yang didalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada)." (At-Taubah : 125)

Penyakit di sini adalah penyakit syubhat. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih bisa diharapkan sembuh, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya dengan limpahan rahmat-Nya.

Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan-keyakinannya yang batil. "Luka, tak akan dapat membuat sakit orang mati." *). Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hatinya, berpengaruh semakin sulit dirinya menelan obat. Karena obatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dari obat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi kemudian tekadnya mengendor dan bisa meneruskannya lagi. Itu karena kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan. Sebagai halnya orang yang memasuki jalan angker yang akhirnya akan membawa dia ke tempat yang aman. Ia sadar, kalau ia bersabar, rasa takut itu sirna dan berganti dengan rasa aman. Ia membutuhkan kesabaran dan keyakinan yang kuat, yang dengan itu ia mampu berjalan. Kalau kesabaran dan keyakinannya mengendor, ia akan balik mundur dan tidak mampu menahan kesulitan. Apalagi kalau tidak ada teman, dan takut sendirian.

Menyembuhkan Penyakit Dengan Makanan Bergizi dan Obat:

Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur'an masing-masing memiliki gizi dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat.
Sesungguhnya Allah berfirman:
"Katakanlah: "Al-qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh." (Fushshilat : 44)

Al-qur'an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur'an sebagai obat. Kalau si sakit mahir menggunakannya sebagai obat, ia letakkan pada bagian yang sakit, dengan penuh pembenaran, keimanan dan penerimaan, disertai dengan keyakinan yang kuat dan memenuhi syarat-syaratnya. Tak akan ada penyakit yang membandel. Bagaimana mungkin penyakit itu akan menentang firman Rabb langit dan bumi; yang apabila turun di atas gunung, gunung itu akan hancur, dan bila turun di bumi, bumi itu akan terbelah? Segala penyakit jasmani dan rohani, pasti terdapat dalam Al-qur'an cara memperoleh obatnya, sebab-sebab timbulnya dan cara penanggulangannya. Tentu bagi orang yang diberi kemampuan mamahami kitab-Nya.

*) [Penggalan akhir bait sya'ir Al-Mutanabbi, yang mana penggalan awalnya adalah: "Orang yang hina, akan mudah mendapat kehinaan"]

Dikutip dari: Abdul Akhir Hammad Alghunaimi, "Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah Dasar-dasar 'Aqidah Menurut Ulama Salaf", penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani, Pustaka At-Tibyan, buku 2, Cetakan I, 2000, hal 264-266.

Friday, July 25, 2008

..::Teka-Teki Imam Al-Ghazali::..

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya :
>
> Imam Ghazali = ' Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?'
> Murid 1 = ' Orang tua '
> Murid 2 = ' Guru '
> Murid 3 = ' Teman '
> Murid 4 = ' Kaum kerabat '
> Imam Ghazali = ' Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).
>
> Imam Ghazali = ' Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?'
> Murid 1 = ' Negeri Cina '
> Murid 2 = ' Bulan '
> Murid 3 = ' Matahari '
> Murid 4 = ' Bintang 2 '
> Imam Ghazali = ' Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini,hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama'.
>
> Imam Ghazali = ' Apa yang paling besar didunia ini ?'
> Murid 1 = ' Gunung '
> Murid 2 = ' Matahari '
> Murid 3 = ' Bumi '
> Imam Ghazali = ' Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.'
>
>
> ' Imam Ghazali = ' Apa yang paling ringan di dunia ini ?'
> Murid 1 = ' Kapas'
> Murid 2 = ' Angin '
> Murid 3 = ' Debu '
> Murid 4 = ' Daun-daun'
> Imam Ghazali = ' Semua jawapan kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat '
>
> IMAM GHAZALI: ' Apa yang paling berat didunia ? '
> Murid 1 = ' Baja '
> Murid 2 = ' Besi '
> Murid 3 = ' Gajah '
> Imam Ghazali = ' Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.
>
> Imam Ghazali = ' Apa yang paling tajam sekali di dunia ini ? '
> Murid- Murid dengan serentak menjawab = ' Pedang '
> Imam Ghazali = ' Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

..::Terima Kasih Guru::..

Guru....
Kau pembakar semangatku
engkaulah juga penyuluh hidupku
yang menerangi alam yang gelap ini
yang menyedarkan dikala ku leka
guruku kau amat ku sayangi

Guru....
Kau bagai ibu bapaku
engkaulah juga pedoman hidupku
dan juga yang mendidik diriku ini
tika diriku berada disini
guruku kau amat ku cintai

Tuhan ampunkanlah dosa guruku ini
yang banyak berjasa pada diriku
akan kubalas segala jasa mu itu
kan ku balas dengan kejayaan ku

Tuhan kurniakanlah kebahagiaan
buatmu guru yang banyak berkorban
jangan kau biarkan hidupnya kepayahan
sesungguhnya dia mendidik daku

Lagu : W.Safwan W.Zaim
Lirik : M. Azhar Hilmi / Ahmad Azhar Misran
Artis : As-Syakirin

..::Kegemilangan Islam::..

Ummah membangun maju ke hadapan
membangun bersama panji-panji Islam
mencorak hidup ke arah kemajuan
berakhlak tinggi menjadi pegangan

AlQuran Assunnah jadikan landasan
kerana itu datangnya dari tuhan
Nabi bersabda peganglah keduanya
hidupkan aman selamat sejahtera

telah terbukti dari zaman ke zaman
islam melahirkan pemimpin perjuangan
tidakkan gusar tidakkan gentar
cabaran yang datang dapat ditewaskan

ayuh berjuang mari kita bersama
tegakkan islam addin mulia
hancurkan kuffar musuh durjana
hidupkan islam agama tercinta

beriman bertaqwa kepada illahi
jangan ditinggal kita turuti
terus berjuang biar sampai ke mati
di akhirat sana syurga menanti


Lagu : As-Syakirin
Lirik : Wan Safwan

..::Pemahaman Seputar Perubahan Yang Mesti Diubah::..

Ditulis oleh Syamsuddin Ramadhan al-Nawiy

Tatkala pemahaman kaum muslim terhadap Islam mengalami kemunduran, dan hampir-hampir berada pada titik nadir, muncullah gagasan-gagasan ganjil yang diklaim berasal dari ajaran Islam. Padahal, gagasan-gagasan itu telah menyimpang jauh dan tidak memiliki akar dalam syariat dan ‘aqidah Islam. Diantara gagasan-gagasan itu adalah:

1. Perubahan harus dilakukan secara bertahap.
2. Perubahan harus dimulai dari mengubah negeri-negeri muslim, kemudian semuanya bergabung membentuk Khilafah Islamiyyah.
3. Perubahan harus dimulai dari perubahan individu, keluarga, baru masyarakat.
4. Perubahan harus dimulai dari perubahan akhlaq dan penjernihan hati (qalbun salim).
Kami terpanggil untuk menjelaskan dan menyingkap kekeliruan gagasan-gagasan tersebut, demi obyektivitas, kemurnian ajaran Islam, serta keselamatan dan masa depan umat.
1. Perubahan Harus Dilakukan Secara Bertahap?

Sebelum membahas tentang tadarruj, kita mesti mendefinisikan terlebih dahulu apa itu tadarruj. Ada beberapa pemahaman mengenai tadarruj (bertahap).

Pertama, tadarruj sering diartikan dengan menerapkan syariat Islam secara bertahap, atau melalui tahapan-tahapan. Dengan kata lain, tadarruj adalah menerapkan atau mengakui hukum kufur yang dianggap dekat dengan syariat Islam sebagai tahapan untuk menerapkan syariat Islam secara sempurna. Contoh dari tadarruj model ini adalah partai-partai Islam yang mengikuti pesta demokrasi untuk meraih jabatan presiden, sebelum mengangkat seorang Khalifah. Presiden adalah kepala negara dalam sistem pemerintahan kufur demokratik. Presiden dianggap sebagai sebuah tahapan untuk menuju pembai’atan seorang Khalifah. Contoh lain adalah partai-partai Islam yang melibatkan diri dengan parlemen kufur untuk mengubah sedikit demi sedikit hukum negara dengan hukum Islam; atau mencalonkan orang-orang kafir sebagai wakil umat sebagai tahapan untuk mendakwahi mereka. Mereka menganggap parlemen kufur sebagai wasilah untuk melakukan perubahan sistem, meskipun mereka juga memahami bahwa parlemen demokratik bertentangan dengan Islam secara diametrical. Inilah beberapa contoh yang berhubungan dengan tadarruj.
Kedua, tadarruj juga bermakna, menerapkan sebagian syariat Islam, dan “berdiam diri” terhadap sebagian hukum-hukum kufur untuk sementara waktu, sampai tibanya waktu untuk menerapkan syariat Islam secara sempurna. Contoh yang palang gamblang adalah apa yang dilakukan oleh anggota-anggota gerakan Islam di parlemen demokratik. Mereka berdiam, bahkan melibatkan diri dalam aturan-aturan kufur untuk mengubah hukum-hukum kufur secara bertahap.

Ketiga, tadarruj kadang-kadang juga berhubungan dengan pemikiran-pemikiran yang menyangkut ‘aqidah, misalnya demokrasi Islam, sosialisme Islam, dan lain sebagainya. Kadang-kadang juga berhubungan dengan masalah hukum syariat, misalnya, seorang wanita muslimah mengenakan jilbab yang tidak panjang –sebatas lutut--, hingga tiba waktunya mengenakan jilbab yang sempurna. Tadarruj kadang-kadang juga berkaitan dengan system, misalnya, adanya keinginan sebagian gerakan Islam yang memasukkan anggotanya ke dalam parlemen kufur, atau jabatan-jabatan kenegaraan kufur, sebagai tahapan untuk menuju sistem yang Islam. Tadarruj, juga diartikan sebagai upaya untuk menerapkan hukum syariat dan berdiam diri terhadap hukum-hukum kufur, dengan harapan semakin lama akan semakin banyak hukum Islam yang diterapkan, hingga seluruh sistem berubah sesuai dengan syariat Islam.

Alasan-Alasan Tadarruj

Sebagian kaum muslim yang berpendapat bahwa perubahan harus dilakukan secara bertahap mengajukan beberapa argumentasi sebagai berikut;

Pertama, al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur dan bertahap, bukan dengan cara serentak.

Kedua, dalam penetapan hukum atas beberapa kasus, syara’ juga melakukannya secara bertahap. Contohnya adalah kasus pelarangan riba dan khamer. Mereka menyatakan bahwa pelarangan riba dan khamer dilakukan secara bertahap, bukan secara langsung. Untuk itu, dalam menerapkan aturan-aturan Allah SWT boleh dilakukan secara bertahap, dan tidak harus secara serentak.

Inilah argumentasi-argumentasi yang diketengahkan oleh sebagian gerakan Islam yang membolehkan gagasan tadarruj.


Bantahan atas argumentasi-argumentasi di atas adalah sebagai berikut:

Pertama, benar, al-Qur'an memang diturunkan secara bertahap bukan serentak. Allah SWT menurunkan al-Qur'an sesuai dengan kejadian dan perkara yang terjadi agar ia semakin menguatkan hati kaum muslim. Ayat-ayat yang diturunkan oleh Allah SWT pertama kali berhubungan dengan masalah keimanan, surga dan neraka, baru kemudian masalah halal dan haram. Namun, ini tidak bisa dipahami bahwa bolehnya kaum muslim mengambil sebagian ajaran Islam dan meninggalkan ajaran yang lainnya.
Bersambung...

..::Catatan Perjalanan::..


• Sejarah kehidupan manusia adalah sejarah keimanan dan kekufuran mereka kepada Allah SWT. Di dalam lembaran sejarah silam manusia kita telah melihat bagaimana Allah SWT telah memuliakan satu kaum dan menghina satu kaum yang lain kerana keimanan dan kekufuran mereka kepadaNYa.(WgMu:24Jul05)

• Khazanah-khazanah untuk kita bina kehidupan yang cemerlang dimasa depan berada di tangan kita hari ini; iaitu segala peluang dan kesempatan yang terbentang di depan kita. Sekiranya kita mengabaikannya hari ini maka kita tidak ada apa-apa lagi untuk hari esok.(WgMu:24Jul05)

• Sekiranya kita mengabaikan peluang dan kesempatan yang ada di depan kita hari ini maka kita akan menjadi manusia yang bankrap di hari esok. Yang lebih malang lagi ialah kita tidak punya apa-apa untuk hari pertemuan kita dengan Allah SWT; 'apa-apa' yang dapat menyelamatkan kita dari ancaman dan azab Allah SWT. Inilah kerugian yang sebenar-benarnya. (WgMu:24Jul05)

• Perubahan adalah sebahagian dari sunnah kehidupan, persoalannya perubahan yang bagaimanakah yang kita hajati supaya berlaku ke atas diri kita. Sekiranya kita tidak berhajat kepada perubahan, persoalan yang perlu kita jawab; adakah kita masih 'hidup'? (WgMu:24Jul05)

• Masa itu juga merupakan suatu proses, jika kita tidak memperkemaskan diri kita atau meningkat diri serta keimanan kita maka masa yang terabai itu akan mengikis keperibadian kita sedikit demi sedikit hingga tiba suatu masa kita akan tersedar lalu mendapati kita tidak ada apa-apa lagi yang tinggal untuk dibanggakan. (WgMu:24Jul05)

• Mereka (para sahabat awwalun RA) adalah segolongan manusia belaka. Mereka tidak mampu membersihkan diri mereka dari perasaan-perasaan manusia dan kelemahan-kelemahannya. Mereka tidak dituntut menjangkau batas-batas jenis mereka sebagai manusia dan tidak pula disuruh keluar dari lingkungan jenis manusia sehingga hilang segala sifat-sifat dan ciri mereka sebagai manusia. Oleh kerana itulah Allah jadikan mereka sedemikian rupa supaya mereka tetap dengan sifat-sifat manusia dan tidak berubah kepada jenis makhluk yang lain; tidak berubah kepada malaikat-malaikat tidak pula kepada syaitan-syaitan dan tidak pula kepada binatang dan batu batan. Sebagai manusia mereka tetap mengalami rasa takut dan cemas apabila dilanda kesusahan. Hati mereka akan bergoncang apabila menghadapi suasana bahaya yang melewati keupayaan mereka. Namun demikian, hati mereka tetap tertambat pada tali yang kukuh yang menghubungkan mereka dengan Allah. Tali inilah yang menghalangkan mereka dari gugur dan tali inilah yang membaharui harapan mereka dan mengawal mereka dari rasa putus asa. Dengan sifat-sifat inilah mereka menjadi contoh yang unik dan tiada tolak bandingnya di dalam sejarah manusia.(Syed Qutb)
• Manusia yang jelas matlamat hidupnya akan menyusun dan mengurus kehidupanya sesuai dengan matlamat hidupnya. Makin jelas matlamatnya makin jelas pula jalan-jalan dan halangan yang bakal dihadapinya dan makin sibuk dia menyediakan diri dan bekalan untuk menempuhnya. (WgMu28Apr06)

• Kejelasan matlamat menyebabkan seseorang lebih serius dan sentiasa merancang dan mengurus kehidupannya. Setiap detik waktu yang dilaluinya adalah terlalu berharga untuk disia-siakan. Setiap kesalahan yang dilakukan dicatat dan sentiasa diingati sebagai pengajaran dan segala kegagalan yang ditempuhinya adalah suatu pengajaran yang tiada nilainya.(WgMu28Apr06)

• Seseorang yang memiliki kejelasan matlamat tidak akan menunda-nunda kerjanya kerana baginya masa yang berlalu tidak mungkin dapat diulangi lagi, hari esok adalah hari yang baru dengan tugas dan tanggungjawab baru.(WgMu28Apr06)

• Kejayaan sebenar bermula didalam diri kita; iaitu mengenali potensi diri seterusnya melakukan perubahan kepada kedudukan yang lebih baik.(WgMu28Apr06)

• Sering datang terlambat, marah hingga meledak-ledak, belanja gila-gilaan sampai kering poket bahkan melebihi had kemampuan merupakan contoh perbuatan orang yang tidak dapat memimpin dirinya.(WgMu28Apr06)

• Kejayaan pertama yang perlu dicapai sebelum tercapainya kejayaan-kejayaan yang lain ialah berjayanya mengenali diri dan berusaha meletakkan diri kita pada tahap yang dikehendaki oleh Allah SWT.(KoM3 5Mei06)

• Tarbiyyah bukan segala-galanya tetapi segala-galanya hanya dapat tercapai dengan tarbiyyah.(Syeikh Mustafa Masyhur)

• Perumpamaan tabiat kecenderungan manusia kepada dunia seperti air yang terus mengalir mencari daerah yang lebih rendah. Untuk mengangkatnya ke atas diperlukan energi atau tenaga. Oleh itu, syari'at menguatkannya dengan khabar gembira dan ancaman yang dapat mempertajamkan akal.(Ibnu Jauzi; Shaidul Khathir)

• Sesiapa yang melihat akhir suatu perkara di awal langkahnya, dengan mata hatinya, kelak akan beroleh hasil yang sangat baik dari perbuatannya dan akan selamat dari akibat buruknya. Barangsiapa yang tidak waspada dan hanya menuruti perasaannya, ia akan menderita akibat perbuatannya dan tak akan mencapai kebahagian. Ia tak akan pernah tenteram dalam menjalani hidupnya.(Ibnu Jauzi; Shaidul Khathir)
• Proses tarbiah sebenarnya ialah proses membentuk watak-watak atau membangunkan suatu keperibadian sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT.Keperibadian sebagaimana Ummah pertama yang lahir dari proses dididikan di Madrasah Nabawiyyah. (13 Mei 06;Bkt Ayer)
• Kelemahan dan kehinaan yang menimpa umat Islam hari ini bukan kerana kuantiti ummah Islamiyah yang sedikit tetapi kerana hilangnya keperibadian atau syakhsiyah Islamiyah (15Mei;Bkt keteri)
• Generasi Pertama (generasi sahabat) telah berjaya menundukkan 2/3 dari muka bumi setelah mereka berjaya menundukkan apa yang ada dalam jiwa (iaitu nafsu) mereka kepada apa yang dikehendaki oleh Allan SWT. (S.Bahi K)
• Faktor kelemahan umat Islam hari ini antaranya kerana kita tidak lagi memiliki kebanggaan masa lalu yang sengaja dipadamkan oleh musuh-musuh Islam untuk menghakis sedikit demi sedikit keperibadian kita. Bahkan dalam persoalan Aqidah yang menjadi tunjang kehidupanpun difahami dalam bentuk yang terlalu falsafah serta tidak dihubungkan dengan umat pertama yang merupakan contoh-contoh keimanan yang mendapat peng'iktirafan Allah SWT.(M3 15 Mei)
• Manusia memerlukan tekanan untuk membangunkan dirinya. Aku melihat pemuda-pemuda yang lahir dan membesar dalam kesenangan dan kemewahan terkurung mindanya dengan persekitaran yang biasa menyelubunginya. Fikirannya tidak boleh menjangkau lebih jauh dari dunianya yang sedia ada, menjadikan dia dengan dunianya sahaja. Mereka terbelenggu dalam dunia mereka sendiri sedang dunia sebenar terhampar luas.(M3 18Mei06)
• Aqal fikiran manusia umpama tanah, semakin dalam kita menggalinya makin banyak khazanah alam yang berhargayang akan kita perolehi.
• Ikan disungai lebih sedap isinya berbanding ikan dikolam kerana hari-hari dia menentang arus. Begitu juga manusia yang hari-hari berdepan dengan berbagai halangan dan kesukaran hidup maka buah fikirannya akan semakin bernas dan berisi.
• Cabaran hidup umpama dapur pembakar yang mematangkan aqal dan fikiran kita. Tanpa cabaran kita tidak akan meningkat dewasa walaupun umur kita bertambah.(M3 18Mei06).
• Tidak ada manusia yang ingin gagal dalam kehidupan tetapi kegagalan itulah yang mengajarnya erti kejayaan sebenar. (M3 18Mei06).
• Hanya manusia buta yang mengetahui nikmat melihat. Hanya manusia yang gagal mengetahui erti sebuah kejayaan. (M3 18Mei06).
• Berada dibumi Allah tanpa taufiq dan hidayah Nya seperti manusia buta tanpa tongkat; tidak tahu arah tujuan. Akhirnya jiwa menjadi gelisah dan keluh kesah serta menerima kehidupan sebagai satu bebanan yang membosankan (KB 4 Jun06)
• Keimanan yang benar menjadikan perjalanan kehidupan seperti sebuah kisah cinta; kesetiaan dan pengorbanan menukarkan ujian pahit menjadi kenangan manis, kesabaran menjadikan segala beban yang ditanggung menjadi ringan, keyakinan pada janji-janji Allah menjadikan jiwa tenang ketika perjalanan begitu sukar, kerinduan padaNya menjadi pembakar semangat setiap kali berdepan dengan kegagalan.
• Manusia sering merasa sedih dengan nikmat yang telah hilang sedang nikmat Allah yang masih banyak di tangan kita sering saja kita abaikan. Kita menangisi masa silam yang suram sedang hari ini yang sedang kita lalui tidak kita hiasi dengan amal yang bermanfaat untuk hari esok. (M3 8Jun06).
• Sentiasalah kita memaafkan orang lain dan melihat mereka dengan sangkaan yang baik nescaya kita akan merasai nikmat kehidupan.
• Hidup ini bagaikan satu pelayaran yang sukar. Bersabarlah kerana sabar itu indah, sabar adalah bunga-bungaan dari keimanan yang benar. Harumannya ialah kepasrahan iaitu memandang baik segala keputusan Allah disamping meyakini hikmah yang tersembunyi disebaliknya. Kelopak-kelopaknya diwarnai ketabahan, ketenangan, keteguhan jiwa sebagai lambang kepuasan dengan qadar Allah SWT.( Jitra Disember05)
• Kegagalan adalah sesuatu yang memeritkan namun disebaliknya adalah pengajaran mengenai erti kehidupan bagi sesiapa yang ingin mengambil iktibar. Oleh itu berjuanglah menempuh kemelut dan cabaran hidup serta bersabarlah jika kita gagal agar kita memperolehi kebaikan dari kedua-dua sudut dari kehidupan ini dan kejayaan sebenar hanyalah pada hari pertemuan kita dengan Allah SWT.(AbuUmar;M3 3Ogs06)
• Kekuatan sebenar seorang Mukmin ialah apabila ia bersandar sepenuhnya dan segalanya kepada Allah SWT; menjadikan dia sebagai manusia yang tidak kenal erti putus asa dan kecewa, tidak takutkan cabaran dan kegagalan. Disebalik ini semua ialah ketenangan dan kebahagian, kepasrahan dan lapang dada, kepuasan dan kemanisan Iman yang sebenar. (AbuUmar;M3 3Ogs06)
• Usaha atau gerakan dalam rangka memenangkan Deen Allah SWT, bukanlah termasuk persoalan amal sunnah, dimana kaum Muslimin boleh memilih antara melakukannya atau tidak, tetapi merupakan persoalan wajib. "Barangsiapa meninggal sedangkan ia belum berperang dijalan Allah serta belum pernah meniatkannya dalam dirinya; maka ia mati dengan mati munafiq"(Shahih Muslim). (Tarb. Qiadiyah:JasimMuhalhil)
• Yang berlalu biarlan berlalu, cita-cita adalah harapan yang tak pasti, dan bagimu hanyalah hari yang sedang dilalui. (Dr 'aid)
• Janganlah berputus asa kerana tidak nampak jalan keluar, kalau begitu, dimanakah Allah dan taqdir-Nya.
• Tiada suatu kegembiraan pun yang kekal bagimu dan tiada suatu kesedihan pun yang dapat mengembalikan kepada Mu sesuatu yang telah hilang.
• Kehilangan masa lalu menjadikan seseorang atau masyarakat seperti tumbuhan air yang tidak memiliki akar yang teguh. Juga seperti tumbuhan yang tidak membuahkan hasil. Umat yang kehilangan kejayaan, pasti kehilangan identiti. Pada saat begini, umat ini akan hidup dengan konsep-konsep 'instant' yang menjadikan mereka sekadar meneruskan kehidupan yang tidak bererti. Hidup hanya untuk makan dan minum tanpa kesedaran dan tujuan.
• Barangsiapa yang mencari Allah bukan melalui jalan berharap(roja') dan takut(khauf), bukan dengan rindu dan cinta (kepada Nya), niscaya dia akan kebingungan dalam mencari Nya, kacau dalam amalnya, tidak akan menemukan nikmat-nikmatnya ibadah, dan tidak dapat menempuh jalan kezuhudan. Oleh kerana itu, bertaqwalah kepada Allah yang hanya kepada Nya anda kembali.
• Perhatikanlah, jangan sampai anda termasuk orang-orang yang dikenal oleh para jiran dan sanak saudara anda sebagai ahli kebaikan, seorang sufi, ahli zuhud, lagi ahli ibadah, padahal keadaannya di sisi Allah sebaliknya, kerana sesungguhnya Allah memberi anda balasan hanya menurut apa yang Dia ketahui dari anda, bukan menurut apa yang Dia ketahui dari anda, bukan menurut apa yang dikenal oleh manusia.
• Janganlah anda termasuk orang yang suka dengan kebaikan yang terlihat orang, yang sebenarnya hanya untuk mahkluk, padahal tidak ada pahala baginya, bahkan mendapat seksa. Janganlah pula anda termasuk orang yang meninggalkan kebaikan yang tidak terlihat orang, yang sebenarnya hanya Allah, padahal (jika ia melakukannya) akan mendapat pahala dan Allah tidak akan menyiksanya.
• Janganlah anda jadikan zuhud anda sebagai pekerjaan untuk mencari dunia, tetapi jadikanlah pekerjaan anda sebagai ibadah anda untuk mencapai pahala Akrhirat. Apabila dunia berterima kasih kepada anda dan memuji-muji anda, maka anggaplah urusan mereka itu sebagai dongengan.
• Anda melihat bahawa pada umumnya, manusia bergantung pada sarana, sedang orang yang arif bergantung pada yang menguasai sarana. Pembicaraannya tiada lain mengenai kebesaran Allah, kekuasaan Nya, kemuliaan Nya dan rahmatNya. Semua waktunya ia habiskan untuk itu hingga ia membawanya masuk ke dalam kuburnya.
• Kejadian yang menimpa seseorang di masa depan, jelas menggambarkan proses masa lalunya
• Barangsiapa yang berfikir secara mendalam dan adil mengenai kehidupan dunia, ia akan sentiasa waspada. Barangsiapa yang yakin akan betapa panjangnya perjalanan yang akan ditempuhinya, maka ia akan menyiapkan bekal sebaik-baiknya. Alangkah anehnya manusia yang yakin akan sesuatu, namun melupainya dan betapa anehnya mereka yang mengetahui bahaya sesuatu, namun ia masih menutup matanya.
• Ujian terberat bagi seseorang adalah jika ia tidak sedar bahawa dirinya sedang berdepan dengan ujian;seperti orang alim yang kagum dengan ilmunya.
• Barangsiapa yang ingin jiwanya bersih, maka bersihkanlah amal-amalnya.
• Barangsiapa yang membersihkan jiwanya, maka ia pasti dibersihkan, barangsiapa yang mengotori jiwanya, maka ia akan dicemari.

..::Ukhwah Fillah::..





Kenangan Halaqah di Gua kelam

..::Seperti Membasuh Kereta siri 2::..

Ikutkan aku, sememangnya tiada kaitan antara bertudung atau tidak dengan adab-adab berjiran. Bertudung telah menyempurnakan satu tanggungjawab sebagai Muslim. Menjaga hubungan dengan jiran adalah astau perkara lain. Tetapi, hakikatnya seorang yang sudah benar aqidahnya dan sudah sahih ibadatnya, akan terpancarlah akhlak mulia itu secara semulajadinya tanpa dibuat-buat. Tentang adat pula, sememangnya harus dipelajari kerana lain tempat,lain pula adatnya. Cuma aku lihat, ornag selalu tidak dapat membezakan adapt dengan syariat. Terkeliru dengan warisan nenek moyang dahulukala. Percambahan fikiranku terhenti di situ.
Ayah menyuruh aku memeriksa air. Ayah kata kereta lama memang harus selalu diperiksa begini. Kereta baru biasanya dihantar untuk diservis. Orang yang akan periksan untuk kita.
“Tengok minyak brek.”
“Ha? Minyak brek? Kat mana ye ayah?”
“Kan ayah dah tunjuk tadi kat mana. Awak buat apa tadi?”
Aku senyum menyeringai. Mengelamun kejap ayah. Ingin saja aku menjawab sebegitu. Ayah meminta aku mengambil minyak brek.
“Minyak brek memang warna merah ye?”
“Ni guna Dot 3. Kalau kereta baru macam Naza Bestari guna Dot 4. Warna kuning minyaknya.”
Aku mengangguk. Macam-macam lagi yang aku tidak tahu pasal kereta. Patutlah ayah selalu risau kalau aku ingin memandu jauh-jauh. Setakat melawat-lawat rumah saudar-mara sekitar bandar bolehlah,tetapi, kalau baik kampung, pasti kena berteman abang atau adik. Kini selesai memeriksa bahagian enjin kereta. Ayah masuk ke dalam rumah semula untuk mengambil topi keledar. Apabila motor ayah sudah jauh kedengaran, aku kembali dengan tugasku-membasuh kereta! Air sabun sudah ada. Kain menelap juga sudah berada di tangan. Aku terpinga-pinga bahagian mana harus dibersihkan dahulu. Aku melihat ada lumpur di bahagian bonet. Lantas aku membersihkannya dahulu. Tiba-tiba aku disergah dari belakang.
“Apa kakak buat ni. Mana boleh basuh bonet belakang dulu. Dah besar kan, takkan ayah nak cakap lagi,” adik lelakiku mengulang ayat ayah yang popular.
“Habis tu itu yang paling kotor. Kakak basuh yang tu dulu.”
“Kakak ni mana boleh suka-suka hati. nanti tak bersih kereta ni.Ni biar adik cakap, kakak ikut je.”
Analogi bersambung.
Inilah realiti dakwah. Sekalipun aku lebih tua, tetapi adik lebih berpengalaman,maka, aku harus belajar daripadanya. Seperti juga dakwah. Umur dan ‘seniority’ bukan alasan untuk tidak merujuk kepada yang lebih tahu. Realiti kawasan tempat kita pasti berbeza dengan yang lain. Matlamat yang sama tetapi cara adakalanya harus berbeza. Aku memang berfikir ikut logik tadi, tetapi ada cara yang lebih logik. Cara adik aku ternyata lebih baik walaupun matlamat kami sama iaitu kereta harus bersih. Pertama, aku harus ‘membasahkan’ kereta. Secara amalinya, aku harus meneyembur air ke seluruh kereta dan mebuang kotoran-kotoran seperti lumpur dengan air. Pancuran air yang laju akan menanggalkan kotoran. Malah, aku kini boleh melihat kesuluruhan kereta. Mana yang lebih kotor, mana yang perlu diberi perhatian semasa pembersihan. Samalah seperti kawasan kita berdakwah. Harus melihat seperti mata burung yang terbang di angkasa. Harus mengambil kira pelbagai sudut pandangan.

Thursday, July 24, 2008

..::Al-Khawarizmi Sarjana Matematik dan Astronomi::..

AL-KHAWARIZMI dilahirkan di Bukhara. Nama sebenarnya ialah Muhammad Ibn Musa al-Khawarizmi. Selain itu, beliau dikenali juga sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff Gelaran Al-Khawarizmi yang dikenali di Barat ialah al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-karismi, al-Goritmi atau al-Gorism. Nama al-Gorism terkenal pada abad pertengahan. Di negara Perancis pula al-Gorism
muncul sebagai Augryam atau Angrism. Di negara Inggeris pula dia dikenali sebagai Aurym atau Augrim.
Tahun 780-850M adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi. Dicatatkan, beliau meninggal dunia antara 220M dan 230M. Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad kesembilan. Dalam bidang pendidikan terbukti bahawa beliau ialah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas meliputi bidang falsafah, logik, aritmetik, geometri, muzik, kejuruteraan, sejarah Islam dan kimia.
Beliau amat terkenal sebagai guru algebra di Eropah dan menciptakan pemakaian Secans dan Tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Dalam usia muda beliau bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun di Bayt al-Hikmah, Baghdad.
Beliau gemar bekerja dalam balai cerap untuk mendalami ilmu matematik dan astronomi serta pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam.
Al-Khawarizmi ialah seorang tokoh yang mula-mula memperkenalkan algebra dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematik dan menghasilkan konsep-konsep matematik yang begitu popular sehingga digunakan pada zaman sekarang.
Antara hasil karya yang telah beliau hasilkan ialah:
Sistem Nombor: Ia telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin iaitu De Numero Indorum. ‘Mufatih al-Ulum’ yang bermaksud beliau adalah pencinta ilmu dalam pelbagai bidang.
Al-Jami wa al-Tafsir bi Hisab al-Hind: Karya ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Prince Boniopagri.
Al-Mukhtasar Fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah: Diterbitkan pada 820M dan ia mengenai algebra.
Al-Jabr wa’l Muqabalah: Penggunaan secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.
Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah: Contoh-contoh persoalan matematik dan mengemukakan 800 soalan yang sebahagian daripadanya merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.
Dalam bidang matematik, al-Khawarizmi telah memperkenalkan algebra dan hisab. Beliau banyak menghasilkan karya-karya yang masyhur ketika zaman tamadun Islam. Antara karya-karya yang beliau hasilkan ialah Mafatih al-Ulum. Sistem nombor adalah salah satu sumbangannya dan telah digunakan pada zaman awal tamadun Islam.
Banyak kaedah yang diperkenalkan dalam setiap karya yang dihasilkan. Antaranya ialah kos, sin dan tan dalam trigonometri penyelesaian persamaan, teorem segi tiga sama, mengira luas segi tiga, segi empat selari dan bulatan dalam geometri. Masalah pecahan dan sifat nombor perdana dan teori nombor juga diperkenalkan.
Bidang astronomi juga membuatkan al-Khawarizmi dikenali pada zaman tamadun Islam. Astronomi dapat ditakrifkan sebagai ilmu falak iaitu pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang.
Penggunaan matematik dalam astronomi sebelum tamadun Islam amat sedikit dan terhad. Ini disebabkan oleh kemunduran pengetahuan matematik yang terhad kepada pengguna aritmetik dan geometri sahaja. Al-Khawarizmi dianggap sebagai sarjana matematik yang masyhur oleh orang Islam dan ia diperakui oleh sarjana Barat. G. Sarton pernah menyatakan bahawa pencapaian-pencapaian tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang Timur terutama al-Khawarizmi. Wiedmann pula menyifatkan al-Khawarizmi mempunyai personaliti yang teguh dan seorang yang bijaksana. Ini membuktikan al-Khawarizmi telah memberi sumbangan yang besar dalam bidang matematik dan astronomi.

..::Seperti membasuh kereta::..

Petang yang cerah. Suasana di dalam rumah kembali hidup. Masing-masing baru sahaja menunaikan solat Asar. Sebelumnya, ada yang tidur, ada yang membaca buku dan ada yang hanya merehatkan fikiran di depan televisyen. Ibu sudah bersiap-siap dengan bahan-bahan untuk membuat cucur ikan bilis. Ayah pula mengeluarkan baldi dan kain buruk. Abang masih di dalam bilik. Entah apa yang dia lakukan. Adik lelaki yang seorang itu ditugaskan untuk merumput di belakang rumah. Sekali-sekala dia pulang bercuti, kenalah mengeluarkan peluh sedikit.
Aku pula tercongok di depan beranda rumah. Melihat telatah ahli keluargaku satu persatu. Ingin sahaja aku membantu ibu di dapur kerana itulah yang paling sesuai untukku sebagai satu-satunya anak gadis di dalam keluargaku. Setelah membasuh dan menyusun pinggan mangkuk, aku kembali keluar rumah. Adik lelakiku tidak jadi merumput, dia memilih untuk meracun. Aku melihat ayah dari jauh. Terus aku mendapatkannya untuk membantunya.
Lantas dia berkata, “Boleh basuh kereta? Ayah kena keluar sekejap, nak jumpa Pak cik Kassim.” Aku tersenyum. Memanglah boleh. Tetapi bila difikirkan sudah empat tahun aku tidak mebasuh kereta. Sejak aku melanjutkan pelajaran di luar negara, aku memang tidak berkereta dan kawan-kawanku juga sama. Kami hanya menggunakan pengangkutan awam yang aku kira boleh diharapkan berbanding mutu pengangkutan awam di Malaysia.
Sebelum ayah pergi, dia menunjukkan enjin kepadaku.“Tengok sini. Kena ‘check’ dulu enjin ni. Tengok minyak ada lagi ke tak, kalau dah merah tu, pandailah-pandailah isi minyak. Jangan tahu bawa saja.”Ayah memerliku yang sememangnya hanya tahu memandu kereta sahaja. Pernah sekali kereta mati di tengah-tengah jalan, gara-gara aku terlupa mengisi minyak. Tiada petrol, kereta memang tidak boleh bergerak.
Sedang ayah menceritakan serba serbi mengenai enjin kereta, aku mula beranologi. Dakwah seperti membasuh kereta. Bermula dengan asas paling utama iaitu aqidah. Aku mengandaikan aqidah samalah seperti petrol kereta. Andai tiada petrol, kereta tidak boleh bergerak. Manakala, enjin itu seperti ibadah dan kereta itu sendiri adalah akhlak. Aku mula membayangkan kereta itu ada petrol dan ada enjin yang bagus. Tetapi bentuknya kurang menarik. Orang memang takkan membelinya. Mungkin ada yang membeli tetapi jumlahnya pasti kurang.Teringat aku tentang kereta kotak buatan Malaysia-Jaguh. Tidak laku di pasaran kerana rakyat Malaysia tidak meminati bentuk petak sebegitu. Samalah seperti dakwah. Orang-orang yang mendukungnya perlu berakhlak baik kerana akhlak yang baik itu tidaklah menjanjikan orang tertarik tetapi akhlak yang buruk itu pasti membuatkan orang menjauhinya. Kubayangkan kereta yang cantik tetapi enjinnya kurang baik. Maknanya, fitrah orang memang boleh berbudi bahasa, berpekerti mulia.selalunya orang berkata, “ Ala, si polan tu, harap saja bertudung, perangai tak senonoh juga. Lebih eloknya si polan yang tak pakai tudung seblah rumah kita ni. Tak pakai tudung pun ,selalu juga bertanya khabar, ambil berat hal-hal jiran.”

bersambung.....

Wednesday, May 28, 2008

..::60 TAHUN PENJAJAHAN ISRAEL (15/5/1948-2008)::..

Pada hari Khamis 15/5/2008 ini, genap 60 tahun umat Islam belum dapat membebaskan bumi berkat Palestin dari penjajahan Yahudi. Ini sekaligus tanda yang jelas betapa umat Islam hari ini berada di dalam keadaan yang paling lemah dalam sejarah 1400 tahunnya yang panjang.

Pelarian Palestin 1948. Hari ini kanak-kanak tersebut berumur 70an di kem pelarian luar Palestin atau telah meninggal dunia tanpa sempat pulang ke kampung halaman mereka yang asal. Bagi kebanyakan mereka tiada harapan melainkan kepada Allah dan Gerakan HAMAS (Ikhwan Muslimin cawangan Palestin) untuk mereka pulang. Adapun kebanyakan pemimpin dan umat Islam lain di dunia, mereka sedang dibuai mimpi atau takut hilang kerusi.

Penjajah British yang mula menawan Palestin pada tahun 1917, setelah membuat penghijrahan Yahudi secara terancang masuk membanjiri Palestin, akhirnya menyerahkan bumi Islam ini kepada pendatang Yahudi pada tahun 1947 dan tertubuhlah negara haram “Israel”. PBB mengiktiraf “Israel” pada tahun 1948. Peristiwa pedih bersejarah ini dikenali sebagai “An-Nakbah” bermakna malapetaka, berlaku pada 15/5/1948. Selepas itu bagi memastikan bilangan pendatang Yahudi mengatasi bilangan pribumi Palestin, pembunuhan dan pengusiran beramai-ramai dilakukan seperti tragedi Dier Yassin, Shabra Shatila dan banyak lagi. Hasilnya hari ini, 6 juta pelarian Palestin merempat di negara-negara jiran seperti Jordan, Lubnan, Syria dan di merata dunia termasuk negara-negara Barat.

Sudah jatuh ditimpa tangga, setelah menguatkan kedudukannya 20 tahun di Palestin sejak 1948, pada tahun 1967 Israel menyerang dan menawan Bukit Golan milik Syria, Tebing Barat milik Jordan dan Gaza milik Mesir dan masih mencengkamnya sehingga ke hari ini. Berbagai sidang damai diadakan dari dulu hingga kini, namun isu Pelarian Palestin untuk kembali ke tanahair mereka, isu Golan, Tebing Barat dan Gaza sedikitpun tidak dihiraukan oleh Israel.

Selepas 30 tahun penubuhannya untuk membebaskan Palestin, PLO akhirnya telah berdamai dan mengiktiraf “Israel” dalam Perjanjian Oslo 1993 tanpa mendapat apa-apa pulangan selain elaun bulanan dari Amerika dan Eropah. Umat Palestin beralih kepada HAMAS yang masih utuh dengan prinsip membebaskan Palestin dan tidak mengiktiraf “Israel”. Dalam Pilihanraya Umum Palestin 25/1/2006, HAMAS menang lalu Israel, Amerika, Eropah, banyak Negara-negara Arab dan Islam mengikut arahan Barat mengadakan sekatan minyak, makanan, kewangan dan sebagainya terhadap 1.5 juta penduduk Gaza, Palestin hingga ke hari ini sebagai hukuman kerana memilih HAMAS untuk memimpin mereka dalam proses “Demokrasi” yang kononnya diperjuangkan oleh Barat.


Gaza, 6km x 25km, kem tahanan terbesar Abad 21. Bekalan bahanapi dan makanan tidak dibenarkan masuk melalui sempadan 2 negara jiran, Israel dan Mesir.

Dengan ini setelah 60 tahun merana dibawah kezaliman Yahudi, mereka juga perit disebabkan kebanyakan ketua negara-negara umat Islam tidak membantu kerana takut kepada Amerika dan Negara-negara Barat yang lain. Padah tali gantung yang diterima Saddam Hussein yang pernah cuba mencabar Israel dan Amerika dengan peluru berpandu Scudnya masih menghantui ramai pemimpin negara umat Islam.


Isteri dan 4 anaknya mati dibom ketika sedang bersarapan.

Moga umat Islam akan segera sedar dari lamunan mereka. Dihari umat terjaga dan bangkit, pastinya penderitaan umat Palestin selepas peristiwa An-Nakbah sehingga ke hari ini akan segera berakhir. Ameen.

..::Relawan-relawan Selamat Berlepas ke China::..

Di kemaskini pada Ahad, 25/05/2008



25hb Mei 2008: HALUAN menyahut tanggungjawab kemanusiaan kepada mangsa-mangsa gempa bumi bermagnitud 7.8 yang melanda wilayah Sichuan pada 12hb Mei baru lalu dengan mengaktifkan Misi Kemanusiaan China. Sehingga 24 Mei, pihak berkuasa China menganggarkan seramai lebih 60,000 rakyatnya terkorban dalam tragedi tersebut. 15 juta rumah dilaporkan musnah, di mana pihak berkuasa kini berusaha mendapatkan 900,000 buah kemah untuk membantu mangsa yang kehilangan tempat tinggal. Keadaan dikatakan akan bertambah buruk jika berlaku banjir atau tanah runtuh di kawasan terbabit. Tambahan pula wilayah berkaitan mempunyai industri-industri perlombongan, di mana ramai pekerja dikatakan terperangkap.

Relawan HALUAN, Dr Syed Muhamad Haleem al-Haddad bersama relawan-relawan dari beberapa Badan Bukan Kerajaan (NGO) lain dari Negeri Selangor telah selamat berlepas dari KLIA awal pagi tadi. Adalah difahamkan relawan-relawan ini merupakan pasukan bantuan dari NGO Malaysia yang pertama ke China khusus untuk misi kemanusiaan gempa di Wilayah Sichuan. Marilah kita bersama-sama mendoakan kesejahteraan mereka semua dan semuga Allah swt memberkati dan memudahkan segala urusan mereka.

Turut hadir meraikan pemergian pasukan bantuan ini adalah Ahli Parlimen Ampang, YB Zuraidah Kamaruddin. Manakala bagi pihak HALUAN, turut hadir adalah Ketua Biro Bantuan Kecemasan dan Misi Kemanusiaan, Hj Mohd Azhar Idris, Ketua HALUANITA, Prof Madya Dr Wan Muhaizan Wan Mustafa, dan juga aktivis-aktivis HALUAN dan Kelab Kesihatan HALUAN (KKH).

Dalam perkara berkaitan, Hj Mohd Azhar memaklumkan bahawa relawan-relawan HALUAN juga sedang bersiap-sedia untuk dihantar ke Myanmar. Pihak berkuasa Myanmar kini telah memberi laluan kepada relawan-relawan untuk memberi bantuan kepada mangsa-mangsa Taufan Nargis. Justeru, semua relawan-relawan HALUAN diminta bersedia untuk menyertai kumpulan-kumpulan seterusnya dalam kedua-dua misi ke China dan Myanmar ini.






HALUAN mengajak masyarakat prihatin supaya terus bermurah hati, memberi bantuan kepada mangsa-mangsa bencana ini. InsyaAllah dengan sikap kita yang sentiasa senang dan tidak berlengah membantu mereka dalam kesusahan akan dapat meringankan beban mangsa-mangsa yang berhadapan dengan ujian Allah ini, sekaligus memberi keinsafan dan mendekatkan diri kita kepada Allah Yang Maha Pemberi, Yang Maha Memiliki dan Yang Maha Merencana setiap apa yang berlaku di sekeliling kita.

Sebarang sumbangan kewangan boleh disalurkan ke

Tabung Kemanusiaan HALUAN
Bank Islam Malaysia Berhad
Akaun No 14-023-01-002571- 8

Sila hubungi pejabat HALUAN tempatan untuk maklumat lanjut.

Anda juga boleh berhubung terus dengan

Pengarah Operasi Misi Kemanusiaan Myanmar dan China, Hj Mohd Azhar Idris di talian 012 601 2743 atau
En Fadzil di talian 013 484 1309.

http://www.haluan.org.my/

..::CINTA PERANTAU::..

Sayap kasih mengepak perlahan.
Meluncuri langit perasaan.
Burung cinta menghinggapi hati.
Ranting ranting rasa bergoyang bahagia.

Di bawah mandian suria,
rintik peluh menemani langkah.
Menjinjing seluruh jiwa.
Mengheret seribu rasa.
mencari sebuah cinta.

Cinta suci pasti ada dimana mana.
Cinta itu dicari dan ditimba.

Namun cinta kecil dipinta jua.
Bakal menghiasi sebuah kembara.
Cinta sebahagian agama,
berpimpin menuju syurga.

Bibit cinta jadi ubudiah.
Damba rasa jadi tasbih.

Mencari bahtera empat ciri.
Cantik paras, jelas asalnya.
Banyak bekalnya, Bagus kemudinya.
Andai tiada berkumpul semua.
Kemudi yang benar itu mestinya.

Aku nakhoda di laut bergelora.
Tanpa kemudi yang jitu,
aku bisa sesat dan tiada sampai.
Andai salah memilih,
bahtera bakal memesongkan jalanku.

Cinta perantau,
bukan pada bahteranya.
Cinta perantau,
hanya pada kembaranya.

Thursday, February 7, 2008

..::Tarbiyah Bukan Untuk Menjadikan Kita Lebih Lemah::..

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Al Ankabut : 69)

Forest Gump adalah seorang anak yang cacat kaki dan harus berjalan tertatih-tatih dengan menggunakan alat bantu. Di sudut yang lain, ia menjadi seorang anak yang terbelakang mental dan sukar untuk berbicara. Keadaan ini membuat Forest menjadi kerdil di kalangan teman-temannya dan selalu menjadi bahan cemuhan.

Suatu hari, tanpa tidak diduga-duga, sekelompok ‘bandit’ anak-anak remaja melakukan durjana untuk melukai dan mempermainkan Forest Gump. Forest dilempar batu, dan ia terpaksa tertatih-tatih berlari supaya tidak dihambat oleh anak-anak tadi. Dengan kaki kesakitan, ia terus berlari ..... berlari ...... dan.....berlari, tidak peduli cemuhan orang-orang yang ada di belakangnya. Ia mampu memotivasi diri sendiri, sehingga ‘keajaiban’ pun terjadi. Kakinya yang cacat dan seharusnya menggunakan alat bantuan, menjadi sembuh dan seketika itu juga, ia mampu berlari kerana ia percaya bahawa motivasi melebihi segalanya, walaupun cacat fizik. Bahkan sejak saat itu, ia tidak berhenti berlari, sampai orang mengenalnya sebagai manusia yang pantas berlari dan pelari yang luar biasa. MOTIVASI telah mengubah kehinaan menjadi kemuliaan.

Syaikh Ahmad Yasin, adalah seorang pejuang keadilan sejati bagi rakyat Palestin. Ia bukannya memiliki apa-apa, selain seorang tua biasa yang hanya duduk di kerusi roda. Beliau cacat kaki, tangan dan pendengarannya sedikit terganggu, kerana siksaan yang telah dia terima dari penjajah Israel akibat keteguhan sikapnya memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestin. Tapi cacatnya bukan halangan bagi dia untuk beralasan mundur dari da’wah dan jihad. Syaikh Ahmad Yasin percaya, bahawa perjuangannya membebaskan rakyat Palestin dari penjajahan adalah sebabagian dari ibadahnya kepada Allah SWT. Dengan tertatih-tatih duduk di kerusi roda, ia mampu menggerakkan hampir 2 juta hati pemuda belia Palestin, untuk bergabung dengan gerakan pembela Islam yang dipelopori oleh HAMAS. Perjuangannya dan sumbangannya untuk Islam beliau akhiri dengan kemuliaan sebagai seorang syuhada, apabila peluru helikopter Apache menghancurkan jasadnya, selepas ia menunaikan solat subuh di kota Gaza.

Itulah sekelumit orang-orang yang tidak pernah merasa putus asa dengan dirinya sendiri. Masih banyak cerita hebat dan luarbiasa orang lain yang tidak jauh berbeza. Tapi, bagaimana dengan kita ? Di saat ini, keadaan kita jauh lebih selesa, lebih mapan dan lebih sihat dari Forest Gump atau Syaikh Ahmad Yasin. Namun, apakah sumbangan yang telah kita berikan untuk orang lain ? Untuk da’wah Islam, terutama. Pertanyaan-pertanya an ini harusnya menjadi motivasi bagi kita, untuk lebih bersungguh-sungguh dalam menjalani Tarbiyah Islamiyah. Kita tidak perlu berpeluh-peluh berlari untuk menghindari ancaman peluru Apache saat kita menghadiri halaqah mingguan. Kita cuma tinggal men-”starter” motor kita di saat amanah memanggil kita, tanpa harus berjalan tertatih-tatih menghindari anasir jahat dari gangguan anak-anak nakal, sebagaimana Forest Gump. Dan kita masih mampu beristirehat dan tertidur nyenyak, tanpa gangguan dari suara peluru dan butiran-butiran bom cluster yang dijatuhkan Amerika di Irak dan Afghanistan.

Apa artinya ? Artinya, kita punyai modal awal yang JAUH LEBIH BESAR, LEBIH BANYAK DAN LEBIH BERKUALITI dari yang dimiliki oleh orang lain, apa yang membuat kita menunggu untuk menjadi orang yang lebih sukses/hebat/ luarbiasa dari mereka ? Mampukah kita menjadi orang yang lebih hebat dari mereka ?

Tentu boleh ! Dengan terus menjalani tarbiyah dan beramal. Tarbiyah tanpa amal akan berakhir dengan rasa kebosanan (jumud), dan amal tanpa tarbiyah akan berujung pada futur (melemah semangat keislamannya).
Tarbiyah bukanlah sebuah beban. Seharusnya, tarbiyah menjadikan seorang muslim menjadi lebih hebat, kerana ia mampu mengoptimamkan semua potensi yang ia miliki dan meminimakan kelemahan yang ada pada dirinya. Sebagaimana Bilal yang menjadi ”ayam tambatan” Rasulullah saw, sedangkan ia seorang hamba. Sebagaimana Umar Al Khattab r.a. yang menjadi khalifah kedua, sedangkan sebelum islamnya beliau seorang yang kejam dan anti islam. Dan sebagaimana Abu Dzar Al Ghifari yang menjadi penasihat khalifah, sedangkan ia seorang yang zuhud dan miskin. Sudahkah menjadi renungan bagi kita ?

Wa’allahu wa rasulullahi a’lam .....

Tuesday, December 25, 2007

..:: Tamparan Teladan ::..

Pengajaran dari satu penampar Mungkin ini boleh kiter jadikan satu pengajaran & sebagai renungan bersama........Pengajaran dari satu penampar Ada seorang pemuda yang lama belajar di luar negeri kembali ke tanahair dengan angkuh dan sombong. Di dalam benak kepalanya telah lama tersimpan 3 pertanyaan yang dianggapnya tiada siapa yang boleh menjawab. Satu hari beliau bertemu seorang imam tua di kampungnya. Pemuda: Pak imam apakah boleh menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?Pak Imam : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan kamu!Pemuda: Pak imam yakin? Profesor dan banyak orang pintar yang saya tanya tidak mampu menjawab pertanyaan saya. Pak Imam: Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya, insya'Allah.Pemuda: Saya ada 3 pertanyaan 1. Kalau benar Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya? 2. Apakah yang dinamakan TAKDIR? 3. Kalau syaitan diciptakan dari api, kenapa mereka dimasukkan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu? Dengan sepontan Pak Imam tersebut menampar pipi si Pemuda itu dengan amat kuat. Pemuda (sambil menahan sakit) : Kenapa pak imam marah kepada saya? Pak Imam : Saya tidak marah... Tamparan itu adalah jawapan saya untuk 3 pertanyaan yang awak tanyakan kepada saya.Pemuda : Saya amat tidak faham...??Pak Imam : Bagaimana rasanya tamparan saya?Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit dan pedih...!! Pak Imam : Jadi awak percaya bahwa sakit itu ada? Pemuda : Ya....! Pak Imam : Tunjukan pada saya wujudnya sakit itu atau macam mana rupanya? Pemuda : Tak boleh pak imam...!!! Pak Imam : Itulah jawapan kepada pertanyaan pertama awak, kita semua merasakan kewujudan Tuhan itu tanpa mampu melihat kewujudanNya. Pak Imam : Adakah malam tadi awak bermimpi atau telah tahu saya akan menampar awak? Pemuda : Tidak....!!? Pak Imam : Apakah awak pernah terfikir akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini? Pemuda : Tidak....!!!? Pak Imam : Itulah yang dinamakan TAKDIR!Pak Imam : Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar awak ini? Pemuda : Kulit dan daging...!!!Pak Imam : Terbuat dari apakah pipi awak itu...? Pemuda : Kulit dan daging....!!!??Pak Imam : Bagaimana rasanya tamparan saya?Pemuda : Sakit dan pedih....!!!?Pak Imam : Itulah...! Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan jadilah ia tempat yang menyakitkan untuk syaitan.... walaupun sama unsur asalnya...!!Pemuda : Allahuakbar! "ISLAM KAN TETAP DIJULANG WALAUPUN IA DITENTANG.. ITULAH JANJI ILAHI" 'Alangkah terasa hidup sia-sia.. Ruang fikiran hanya dengan ilmu dunia, Alangkah ruginya usia yang pergi.. Jika amalan bukan untuk alam abadi.'

Monday, December 10, 2007

..::AKHLAK YANG MULIA::..



Assalamualaikum warah matullahi wabarakatuh. Alhamdulillah kita masih lagi di jasad ini,
menghirup udara, menggunakan nikmat yang diberi oleh Allah, dan Allah masih sayang pada kita. Tetapi adakah kita ini betul2 ikhlas beribadah, mensyukuri nikmatnya dan berakhlak
dengan akhlak yang mulia. Walaupun begitu, Allah s.w.t. tetap menyayangi kita walaupun kita ini hamba-Nya yang hina. Di sini saya ingin menerangkan,"Apa itu akhlak mulia".

Maksud hadis: Daripada Abu Hurairah radiyallahu anh berkata; bersabda rasulullah s.a.w., "orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik akhlaknya dan orang yang terbaik dikalangan kamu ialah orang yang paling banyak berbuat baik kepada isterinya".

Seringkali di sekolah, sudah bermacam-macam, sudah bertahun-tahun lama diterangkan apa itu akhlak, pada perhimpunan am dibicarakan mengenai akhlak,

pada usrah mentor-mentee juga banyak kali diperkatakan tentang akhlak. Tetapi apabila ditanyakan kepada adik-adik, pelajar-pelajar, kawan-kawan, apa yang mereka jawab? mereka jawab: Akhlak itu akhlaklah!!!. Kerana apa mereka jawab begitu?..kerana apa?.... kerana mereka ini sendiri tidak berakhlak dengan akhlak yang mulia. Pada asasnya mereka tahu, tetapi pada amalnya mereka ini tidak buat. Baiklah, tanpa membuang masa, saya akan menerangkan apa itu akhlak dan sekaitan dengannya.

Akhlak ialah perbuatan, perkataan, dan tingkah laku yang elok serta indah berpandukan Al-Quran dan sunnah rasulullah. Hakikat ini bertepatan dengan tujuan rasulullah diutuskan iaitu untuk membentuk akhlak manusia, berdasarkan hadith rasulullah s.a.w.:

Maksudnya: Daripada Abu Hurairah radiyallahu anh berkata; rasulullah s.a.w. bersabda,
"Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

Itulah dia, didalam hadith tersebut ada mengatakan bahawa rasulullah itu diutuskan demi menyempurnakan akhlak yang mulia. Ini bermaksud, jika mempunyai akhlak yang mulia, kita ini seumpama telah didatangi dakwah dan bukan dakwah rasulullah sahaja, malah kita ini dikasihi Allah dan rasul-Nya. Sebagaimana didalam sebuah hadis:

Maksudnya: Daripada 'Amru bin Syuib daripada ayahnya daripada datuknya, Sesungguhya dia telah mendengar rasulullah s.a.w. bersabda,"Ketahuilah akan aku khabarkan kepada kamu dikalangan kamu yang sangat aku kasihi dan orang yang paling hampir kedudukannya denganku pada hari akhirat, maka kaum tersebut diam sehingga baginda mengulanginya sebanyak 2 atau 3 kali lalu kaum itu menjawab, "Ya Rasulullah, sabda baginda, ialah mereka yang mempunyai akhlak yang paling mulia."

Dan kita juga hendaklah tahu bahawa akhlak itu sama sekali berhubungan dengan iman. Dimana iman ini menjadi asas bagi pembentukan akhlak muslim sejati.


Maksudnya di sini ialah iman seseorang itu bergantung sejauh mana penghayatan individu itu terhadap akhlak yang mulia. Disini saya akan memberi satu contoh yang menunjukkan bahawa akhlak dan iman itu berhubungkait. Saya bagi “Kebersihan”. Pada masa kini, terdapat pelbagai iklan dan propaganda yang mana berbentuk begini: “Kebersihan amalan baik”. Ini yang kerajaan war2kan. Apa yang kita tahu disini amalan baik yang dimaksudkan ialah Akhlak yang mulia. Dan kebersihan ini ada di sebutkan didalam hadith baginda iaitu:

Maksudnya: Daripada Abu Malik Al-‘asy’ari berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda; Bersuci(Kebersihan) itu adalah sebahagian iman…(Riwayat Muslim).


Maka tidak syak lagi bahawa akhlak dan iman itu saling berhubung kait. Dan kita juga akan mendapati bahawa akhlak itu merupakan sesuatu yang besar, sebagaiman di dalam hadith berikut:

Maksudnya: Daripada Abu Dardai Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda, “Tidak ada yang paling berat pada timbangan(Mizan) melainkan akhlak yang baik.”(Riwayat At-Tirmidzi).

Begitu juga dengan hadith ini:


Maksudnya: “Akhlak yang baik boleh menghapuskan kesalahan seperti matahari mencairkan air yang beku.”

Di sini juga saya berharap supaya kita(manusia, islam) terutamanya para pemuda supaya menjaga akhlak supaya kita ini tidak dikategorikan sebagai orang yang celaka. Sebagaimana hadith baginda Rasulullah:

Maksudnya: “Telah berkata seseorang kepada Rasulullah, “Apa itu celaka”, maka Rasulullah bersabda: “Iaitu jahat perangai.”

Jahat perangai yang baginda maksudkan di sini ialah akhlak yang buruk, dibenci dan sungguh menjelikkan. Maka Celakalah mereka ini. Adakah kita mahu celaka ini?.. Jika tidak mahu, kita hendaklah menjaga akhlak supaya dengan itu kita dikasihi orang ramai, disukai Allah, Lantaran bahagia di Akhirat kelak.

..::PEMUDA HARAPAN ISLAM::..


Al-Quran banyak mengisahkan perjuangan para Nabi dan Rasul a.s yang kesemuanya adalah orang-orang terpilih daripada kalangan pemuda yang berusia sekitar empat puluhan. Bahkan ada di antara mereka yang telah diberi kemampuan untuk berdebat dan berdialog sebelum umurnya genap 18 tahun. Berkata Ibnu Abbas r.a.

"Tak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia dipilih di kalangan pemuda sahaja (yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang ‘Alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda". Kemudian Ibnu Abbas membaca firman Allah swt: "Mereka berkata: Kami dengan ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim"

(Al Anbiyaa:60, Tafsir Ibnu Katsir III/183).

Tentang Nabi Ibrahim, Al-Quran lebih jauh menceritakan bahawa beliau telah berdebat dengan kaumnya, menentang peribadatan mereka kepada patung-patung. Saat itu beliau belum dewasa. Sebagaimana firman-Nya:

"Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Ibrahim kepandaian sejak dahulu (sebelum mencapai remajanya) dan Kami lenal kemahirannya. Ketika dia berkata:’Sungguh kalian dan bapa-bapa kalian dalam kesesatan yang nyata’. Mereka menjawab:’ Apakah engkau membawa kebenaran kepada kami, ataukah engkau seorang yang bermain-main sahaja? Dia berkata: Tidak! Tuhan kamu adalah yang memiliki langit dan bumi yang diciptakan oleh-Nya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu".

Al Anbiyaa:51-56]

Perlu ditekankan bahawa para Nabi a.s itu hanya diutus untuk mengubah keadaan, sehingga setiap Nabi yang diutus adalah orang-orang terpilih dan hanya daripada kalangan pemuda (syabab) sahaja. Bahkan kebanyakan daripada pengikut mereka daripada kalangan pemuda juga (meskipun begitu ada juga pengikut mereka itu terdiri daripada mereka yang sudah tua dan juga yang masih kanak-kanak. "Ashabul Kahfi", yang tergolong sebagai pengikut nabi Isa a.s adalah sekelompok adalah anak-anak muda yang usianya masih muda lagi yang mana mereka telah menolak untuk kembali keagama nenek moyang mereka yakni menyembah selain Allah. Disebabkan bilangan mereka yang sedikit (hanya tujuh orang), mereka telah bermuafakat untuk mengasingkan diri daripada masyarakat dan berlindung di dalam sebuah gua. Fakta ini diperkuatkan oleh Al-Quran di dalam surah Al-Kahfi ayat 9-26, di antaranya:

"(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat perlindungan (gua) lalu berdoa: ‘Wahai uhan kami berikanlah rahmat depada kami dari sisi-Mu dan tolonglah kami dalam menempuh langkah yang tepat dalam urusan kami (ini) (10)…Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad saw) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka (Sang Pencipta) dan Kami beri mereka tambahan pimpinan (iman, taqwa, ketetapan hati dan sebagainya) (13).

Junjungan kita Nabi Muhammad saw diangkat menjadi Rasul tatkala baginda berumur 40 tahun. Pengikut-pengikut baginda pada generasi pertama kebanyakannya juga daripada kalangan pemuda, bahkan ada yang masih kecil. Usia para pemuda Islam yang dibina pertama kali oleh Rasulullah saw di Daarul Arqaam pada tahap pembinaan, adalah sebagai berikut: yang paling muda adalah 8 tahun, iaitu Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Al-Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, 11 tahun, Al Arqaam bin Abil Arqaam 12 tahun, Abdullah bin Mazh’un berusia 17 tahun, Ja’far bin Abi Thalib 18 tahun, Qudaamah bin Abi Mazh’un berusia 19 tahun, Said bin Zaid dan Shuhaib Ar Rumi berusia dibawah 20 tahun, ‘Aamir bin Fahirah 23 tahun, Mush’ab bin ‘Umair dan Al Miqdad bin al Aswad berusia 24 tahun, Abdullah bin al Jahsy 25 tahun, Umar bin al Khathab 26 tahun, Abu Ubaidah Ibnuk Jarrah dan ‘Utbah bin Rabi’ah, ‘Amir bin Rabiah, Nu’aim bin Abdillah, ‘ Usman bin Mazh’un, Abu Salamah, Abdurrahman bin Auf di mana kesemuanya sekitar 30 tahun, Ammar bin Yasir diantara 30-40 tahun, Abu Bakar Ash Shiddiq 37 tahun. Hamzah bin Abdul Muththalib 42 tahun dan ‘Ubaidah bin Al Harith yang paling tua di antara mereka iaitu 50 tahun.

Malah ratusan ribu lagi para pejuang Islam yang terdiri daripada golongan pemuda. Mereka memperjuangkan dakwah Islam, menjadi pembawa panji-panji Islam, serta merekalah yang akan kedepan menjadi benteng pertahanan ataupun serangan bagi bala tentera Islam dimasa nabi ataupun sesudah itu. Mereka secara keseluruhannya adalah daripada kalangan pemuda, bahkan ada di antara mereka adalah remaja yang belum atau baru dewasa. Usamah bin Zaid diangkat oleh Nabi saw sebagai komander untuk memimpin pasukan kaum muslimin menyerbu wilayah Syam (saat itu merupakan wilayah Rom) dalam usia 18 tahun. Padahal di antara prajuritnya terdapat orang yang lebih tua daripada Usamah, seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab dan lain-lainnya. Abdullah bin Umar pula telah memiliki semangat juang yang bergelora untuk berperang sejak berumur 13 tahun. Ketika Rasulullah saw sedang mempersiapkan barisan pasukan pada perang Badar, Ibnu Umar bersama al Barra’ datang kepada baginda seraya meminta agar diterima sebagai prajurit. Saat itu Rasulullah saw menolak kedua pemuda kecil itu. Tahun berikutnya, pada perang Uhud, keduanya datang lagi, tapi yang diterima hanya Al barra’. Dan pada perang Al Ahzab barulah Nabi menerima Ibnu Umar sebagai anggota pasukan kaum muslimin (Shahih Bukhari VII/266 dan 302).

Terdapat satu peristiwa yang sangat menarik untuk renungan para pemuda di zaman ini. Peristiwa ini selengkapnnya diceritakan oleh Abdurrahman bin Auf: "Selagi aku berdiri di dalam barisan perang Badar, aku melihat kekanan dan kekiri ku. Saat itu tampaklah olehku dua orang Anshar yang masih muda belia. Aku berharap semoga aku lebih kuat daripada mereka. Tiba-tiba salah seorang daripada mereka menekanku sambil berkata: ‘Wahai pakcik apakah engkau mengenal Abu Jahal ?’ Aku menjawab: ‘Ya, apakah keperluanmu padanya, wahai anak saudara ku ?’ Dia menjawab: ‘ Ada seorang memberitahuku bahawa Abu Jahal ini sering mencela Rasulullah saw. Demi (Allah) yang jiwaku ada ditangan-Nya, jika aku menjumpainya tentulah takkan kulepaskan dia sampai siapa yang terlebih dulu mati antara aku dengan dia!" Berkata Abdurrahman bin Auf: ‘Aku merasa hairan ketika mendengarkan ucapan anak muda itu’. Kemudian anak muda yang satu lagi menekan ku pula dan berkata seperti temannya tadi. Tidak lama berselang daripada itu aku pun melihat Abu Jahal mundar dan mandir di dalam barisannya, maka segera aku khabarkan (kepada dua anak muda itu): ‘Itulah orang yang sedang kalian cari."

Keduanya langsung menyerang Abu Jahal, menikamnya dengan pedang sampai tewas. Setelah itu mereka menghampiri Rasulullah saw(dengan rasa bangga) melaporkkan kejadian itu. Rasulullah berkata: ‘Siapa di antara kalian yang menewaskannya?’ Masing-masing menjawab: ‘sayalah yang membunuhnya’. Lalu Rasulullah bertanya lagi: ‘Apakah kalian sudah membersihkan mata pedang kalian?’ ‘Belum’ jawab mereka serentak. Rasulullah pun kemudian melihat pedang mereka, seraya bersabda: ‘Kamu berdua telah membunuhnya. Akan tetapi segala pakaian dan senjata yang dipakai Abu Jahal(boleh) dimiliki Mu’adz bin al Jamuh." (Berkata perawi hadits ini): Kedua pemuda itu adalah Mu’adz bin "afra" dan Mu’adz bin Amru bin Al Jamuh" (Lihat Musnad Imam Ahmad I/193 . Sahih bukhari Hadits nomor 3141 dan Sahih Muslim hadits nombor 1752.

Pemuda seperti itulah yang sanggup memikul beban dakwah serta menghadapi berbagai cubaan dengan penuh kesabaran. Allah SWT berfirman:

"Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama beliau, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan merekalah orang -orang yang memperoleh berbagai kebaikan dan merekalah orang-oang yang beruntung" (At Taubah: 88)

Rasulullah SAW menjanjikan bahawa Islampun akan menguasai dunia seperti sabdanya:

"Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan bagiku dunia ini, baik ufuk Timur mahupun Barat. Dan kekuasaan umatku sampai kepada apa yang telah diberikan kepadaku dari dunia ini. "

HR Muslim VIII/hadits no. 17771. Abu Daud hadits no 4252. Tirmidzi II/27. Ibnu Majah hadits no 2952 dan Ahmad V/278-284).

..::MENCARI JALAN ILAHI::..



Dunia tidak laksana embun yang dingin,
tidak sedingin sang bayu pagi,
dilanda gelisah tiada pedoman,
mencari jalan Ilahi

Angin bertiup membawa berita duka,
menyentuh rasa hati naluri berdebar,
mengenang diri tiada pedoman,
memohon keampunan

Lantaran sepi di jiwa ini,
dilindungi gelisah tanpa iman ilahi,
dunia sepi bagai tiada penghuni,
kosong hati ini terpancar duka

Wahai Tuhan ku memohon keredhaan,
terangilah kegelapan jiwa ini,
pancarkanlah sinar pada hamba-Mu,
ku pohon ya Tuhanku

Aku bagaikan sebutir pasir,
yang lemah kerdil tiada bermaya,
ya Tuhanku lindungilah diriku ini,
agar tidak jauh terpesong dari-Mu.

Saturday, December 8, 2007

..::PERINGATAN::..

Hanya Ingin Mengingatkan ...

Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali ....

1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran.

2. Aku rumah yang gelap,maka terangilah aku dengan selalu solat malam.

3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu,bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.

4. Aku rumah ular berbisa,maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar
.
5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir,maka banyaklah bacaan
"Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat jawapan kepadanya.

(Kirimkan Untuk Rakan-Rakan Muslim Anda Yang Lain Sebagai Tanda Sahabatnya Sedang Mengingatinya ...)

Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

Ada 4 di pandang sebagai ibu ", iaitu :

1. Ibu dari segala UBAT adalah SEDIKIT MAKAN .
2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BUAT DOSA.
4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR.

Berpesan-pesanlah kepada kebenaran

Sunday, December 2, 2007

..::KISAH HIDUP KAMAL ATARTUK::..


KISAH HIDUP KAMAL ATARTUK! Teladan Dari Kisah Hidup Mustafa Kamal "Atartuk" iaitu IDEOLOGI KAMAL ATARTUK DI Turki. Sama-samalah kita ambil ikhtibar dari kisah ini. "Atartuk" merupakan gelaran Barat kpd beliau sebagai "Bapa Pemodenan Turki". 1.. Membolehkan perempuan memakai tudung dengan syarat pakai skirt/ROK. 2.. Membolehkan lelaki memakai seluar panjang dengan syarat pakai tie dan topi (sesuai dengan kehendak barat) 3.. Menyuruh wanita dan lelaki menari di khalayak ramai. Beliau sendiri pernah menari dengan seorang wanita di sebuah parti umum yang pertama di Ankara. 4.. Beliau pernah menegaskan bahawa "negara tidak akan maju kalau rakyatnya tidak cenderung kepada pakaian moden" 5.. Menggalakkan minum arak secara terbuka. 6.. Mengarahkan Al-Quran dicetak dalam bahasa Turki 7.. Menukar azan ke dalam bahasa Turki. Bahasa Turki sendiri diubah dengan membuang unsur-unsur Arab dan Parsi. 8.. Mengambil arkitek-arkitek dari luar negara untuk memodenkan Turki. Hakikatnya mereka diarah mengukir patung-patung dan tugu-tugunya di seluruh bandar Turki. 9.. Satu ucapan beliau di bandar Belikesir di mana beliau dengan terang-terangannya mengatakan bahawa agama harus dipisahkan dengan urusan harian dan perlu dihapuskan untuk kemajuan 10..Agama Islam juga di buang sebagai Agama Rasmi negara. 11..Menyerang Islam secara terbuka dan terang-terangan 12..Menggubal undang-undang perkahwinan berdaftar berdasarkan undang-undang barat. 13..Menukar Masjid Ayasophia kepada muzium, ada sesetengah masjid dijadikan gereja. 14..Menutup masjid serta melarang dari bersembahyang berjemaah. 15..Menghapuskan Kementerian Wakaf dan membiarkan anak-anak yatim dan fakir miskin. 16..Membatalkan undang-undang waris, faraid secara Islam 17..Menghapus penggunaan kalendar Islam dan menukarkan huruf Arab kepada huruf Latin. 18..Menganggap dirinya Tuhan sama seperti Firaun. Berlaku peristiwa apabila salah seorang askarnya ditanya "siapa tuhan dan dimana tuhan tinggal?". Oleh kerana takut, askar ;tersebut menjawab 'Kamal Atartuk adalah tuhan". Beliau tersenyum dan bangga dengan jawapan yang diberikan oleh askar itu. KEMATIAN KAMAL ATARTUK YANG MENYEKSAKAN Di saat kematiannya, Allah telah datangkan beberapa penyakit kepada beliau sehingga beliau rasa terseksa dan tak dapat menanggung seksaan dan azab yang Allah berikan di dunia. Antaranya ialah 1.. Didatangkan penyakit kulit hingga ke kaki di mana beliau merasa gatal-gatal seluruh badan. 2.. Sakit jantung 3.. Penyakit darah tinggi 4.. Panas sepanjang masa, tidak pernah merasa sejuk sehingga terpaksa diarahkan kepada bomba untuk menyiram rumahnya 24jam. Pembantu- pembantunyajuga diarahkan untuk meletak ketulan-ketulan ais di dalam selimut untuk menyejukkan beliau. Oleh kerana tidak tahan dengan kepanasan yang ditanggung, beliau menjerit sehingga seluruh istana mendengar jeritan itu. Oleh kerana tidak tahan mendengar jeritan, mereka-mereka yang bertanggung jawab telah menghantar beliau ke tengah lautan dan diletakkan dalam bot dengan harapan beliau akan merasa sejuk. Allah itu Maha Besar, panasnya tak juga hilang! Pada 26 September 1938, beliau pengsan selama 48 jam disebabkan terlalu panas dan sedar selepas itu tetapi beliau hilang ingatan. Pada 9 November 1938, beliau pengsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Sewaktu beliau meninggal, tidak seorang pun yang memandi, mengkafan dan menyembahyangkan mayat beliau. Mayat ini diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuan beliau datang meminta ulama-ulama Turki memandikan, mengkafankan dan menyembahyangkannya. Tidak cukup dari itu, Allah tunjukkan lagi balasan azab ketika mayatnya di bawa ke tanah perkuburan. Bila mayatnya hendak ditanam, tanah tidak menerimanya . Disebabkan putus asa, mayatnya diawetkan sekali lagi dan dimasukkan ke alam muzium yang diberi nama Etna Grafi (kalau tak silap dengar) Ankara selama 15 tahun sehingga tahun 1953). Selepas 15 tahun mayatnya hendak ditanam semula, tapi Allah Maha Agung, bumi sekali lagi tak menerimanya. Habis ikhtiar, mayatnya dibawa pula ke Bukit Canakalee ditanam dalam satu binaan mar-mar beratnya 44 ton. Mayatnya ditanam di celah-celah batu mar-mar. Apa yang lebih menyedihkan, ulama-ulama sezaman dengan Kamal Atartuk telah mengatakan bahawa "jangan kata bumi Turki, seluruh bumi Allah ini tidak menerima Kamal Atartuk!" Hanya Allah sahaja yang Maha Mengetahui (Wallahuwa'lam). Renung dan fikirkanlah!